Pengrajin Anyaman Lontar Dilatih Kewirausahaan

Rusdy Embas
Kategori Berita: Pendidikan Masyarakat 04 Oktober 2018 | Dibaca 164x Diposting oleh: Rusdy Embas

Pengrajin Anyaman Lontar Dilatih Kewirausahaan

Para pengrajin anyaman lontar yang salah satu produksinya adalah songkok guru, di Desa Bonto Kassi, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, masih berorientasi pada pesanan konsumen, belum berorientasi pada persediaan atau ketersediaan, padahal prospeknya sangat bagus.

Itu terjadi karena mereka mengalami keterbatasan modal usaha dan lemahnya fungsi pemasaran, serta lemahnya networking atau jejaring kemitraan dengan instansi atau lembaga terkait, baik lembaga pemerintah maupun swasta.

"Kendala lain yaitu kurangnya pengetahuan dalam bidang manajemen organisasi dan administrasi keuangan, pembukuan belum tertata dengan baik, serta kurangnya diversifikasi produk yang dihasilkan akibat keterbatasan keterampilan produksi dan belum adanya sentuhan teknologi," tutur dosen Administrasi Publik, Fisipol, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr. Andi Rosdianti Razak, kepada wartawan di Makassar, Kamis (4/10/2018).

Perhatian Pemerintah Kabupaten Takalar terhadap pengembangan usaha anyaman lontar, lanjutnya, juga terasa kurang, ditambah lagi dengan rendahnya minat generasi muda untuk mempelajari warisan keterampilan yang sudah turun-temurun di Desa Bonto Kassi dan sekitarnya.

Sehubungan dengan itulah, kata Andi Rosdianti, dirinya bersama Dr. Ruliaty  dan dibantu tiga mahasiswa Fisipol Unismuh, yakni Muskar, Muhlis, dan Andi Karlina, mengadakan pelatihan kewirausahaan yang menitikberatkan pada pengembangan usaha, yang meliputi pelatihan manajemen organisasi, pelatihan produksi, pelatihan administrasi keuangan, serta pendampingan.

Dia mengatakan, ada beberapa kelompok pengrajin anyaman lontar di Desa Bonto Kassi, tetapi pihaknya memberikan pelatihan kepada dua kelompok usaha kerajinan, yaitu Kelompok Lontara Paraikatte yang diketuai Abdul Jabbar Daeng Betta, dan Kelompok Lontara Community yang diketuai Hasni Umar Daeng Tauni.

"Mereka sangat antusias mengikuti pelatihan yang kami adakan. Program kerja dan tahap selanjutnya yaitu pengembangan produksi dengan berbagai macam produk, agar pasarnya juga berkembang dan produksi hasil kerajinan mereka dapat dikenal secara luas, baik di dalam negeri maupun di mancanegara," tutur Andi Rosdianti. (Iksan)


(Sumber Berita: Rusdy Embas)

Rusdy Embas
Kategori Berita: Pendidikan Masyarakat 04 Oktober 2018 | Dibaca 164x Diposting oleh: Rusdy Embas

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔30 April 2019

    Focus Group Discussion (FGD) Validasi Draft Pengembangan Model Pembinaan Kursus dan Pelatihan Tahun 2019

  • Agenda
    🕔22 April 2019

    Orientasi Teknis Petugas Pengumpul Data dalam rangka Pemetaan Mutu Tahun 2019

  • Agenda
    🕔25 Maret 2019

    Bimbingan Teknis Kepala Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

  • Agenda
    🕔25 Maret 2019

    Bimbingan Teknis Pengelola PKBM

  • Agenda
    🕔20 Maret 2019

    Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Program PAUD dan Dikmas Tahun 2019

Selengkapnya

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung